Jumat, 27 Januari 2017

Re: Potret Kelam Seorang Pelacur




Judul: Re:
Penulis: Maman Suherman
Penerbit: Kepustakaan Populer Gramedia
Diterbitkan pada April 2014
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Oke, ini buku kedua yang aku review setelah novel The Black Cat and Other Stories yang aku bahas di postingan pertama blog ini. Aku bakal kupas novel ini lumayan habis-habisan yak, wkwk. Di bagian akhir bakalan ada spoiler, jadi buat yang belom baca novelnya bisa lewatin bagian akhir yak, hehe.

Waktu pertama kali aku dipinjemin novel ini dan aku baca sinopsis di bagian belakangnya, aku agak kaget karena disebutin bahwa novel ini tentang kehidupan seorang pelacur dan terlebih, pelacur lesbian. Aku baru tahu kalo dunia pelacuran ternyata juga memiliki bagian yang diperuntukkan khusus buat hubungan sesama jenis. Oh iya dan aku bersyukur banget bisa kenal sama novel ini karena bisa nambah daftar bacaan dunia kriminal yang bakalan berguna banget kalo aku memasukkan unsur dunia kriminal dalam novelku selanjutnya. Ahaideu, kwkwkw.

Nah, akhirnya aku baca deh novel ini dengan anteng, sambil mengantisipasi bakalan gimana jalan ceritanya. Novel ini ternyata berdasarkan skripsi penulisnya sendiri, Maman Suherman yang adalah seorang mahasiswa Kriminologi. Di novel ini dia dipanggil Herman sama Re:, pelacur yang menjadi bahan studi sekaligus teman dekatnya.

Awalnya Re: dan Herman nggak dekat, tapi Herman yang nggak kenal menyerah akhirnya bisa mendekati Re: dengan jadi supir pribadinya, nganterin Re: menemui klien-kliennya. Herman sendiri nggak tega lihat Re: harus melayani klien yang kadang memiliki emosi yang nggak stabil dan kelainan seksual untuk menyiksa Re: saat berhubungan.  Dunia pelacuran bagaikan jurang yang nggak berdasar, semakin jauh kita terjatuh, kita akan terus berkubang dalam dunia yang gelap itu.

Semakin dalam Herman memasuki kehidupan Re:, semakin jauh juga dia mengenal Re: dan kehidupan bisnis pelacuran. Bisnis yang kelam dan berbahaya karena sekali seorang wanita menjadi pelacur, akan bener-bener sulit baginya untuk keluar. Germo Re: yaitu Mami Lani nggak akan segan-segan menghabisi "anak-anaknya" sendiri jika mereka meninggalkannya.

Di bagian akhir, aku nangis. Satu, karena Re: punya anak perempuan yang dia sayang banget, yang cuma bisa dia rawat dari jauh. Anak yang memanggilnya dengan panggilan "Tante". Tante, bayangin. Hati ibu mana yang nggak hancur kalo dipanggil "Tante" oleh anaknya sendiri. Kedua, karena Re: akhirnya meninggal. Yap, udah kubilang di atas tadi bakal spoiler, kwkwk. Hampura yak 🙏🙏🙏.

Re: dibunuh oleh orang-orang suruhan Mami Lani. Padahal aku berharap banget dia bakalan sama Herman, soalnya Herman sendiri suka sama Re: 😭😭😭 dan mereka bener-bener bisa memahami satu sama lain. Apalagi Re: cerdas dan kritis, cocok lah. Tapi nasib orang nggak ada yang tahu ...

Baca novel ini banyak memberiku gambaran dunia pelacuran yang luar biasa. Juga istilah-istilah di dalamnya yang nggak aku tahu sebelumnya, seperti istilah-istilah obat-obatan terlarang di tahun 80-an dan istilah dunia kriminologi seperti hesitation marks, yaitu tanda-tanda yang mengindikasikan seseorang bunuh diri atau dibunuh. Jadi kalau korban melakukan perlawanan terhadap si pelaku, sekecil apa pun itu, bakal ninggalin bekas di tubuhnya. Pengetahuan tambahan nih buat yang suka dunia detektif, kwkwkw.

So, jadi gimana nilai buat novel ini? Aku bakalan kasih nilai 4,5 dari 5 buat novel yang simpel, padet, dan luar biasa ini.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar